Jumat, 08 September 2017

Perkembangan Teknologi Nuklir di Indonesia

Nuklir menjadi salah satu sumber daya yang banyak digunakan diberbagai negara. Sumber energi nuklir sendiri tidak asing bahkan sudah banyak didengar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Indonesia sendiri sebenarnya telah mencetuskan ide pengembangan dan pemanfaatan energi nuklir sejak tahun 1954, namun hingga kini belum begitu tersengar gaungnya.


Sejarah pengembangan nuklir di Indonesia

Sejarah pengembangan nuklir di Indonesia dimulai dari dibentuknya Dewan Tenaga Atom dan Lembaga Tenaga Atom (LTA). LTA juga bekerjasama dengan Badan Tenga Atom Internasional (IAEA) yang membuat Indonesia memperoleh bantuan dari Amerika Serikat untuk mengembangkan nuklir pada tahun 1960. namun kerjasama tersebut berubah  menjadi persaingan yang menyebabkan buruknya hubungan Indonesia dan Amerika Serikat, hubungan buruk tersebut diperparah dengan keberhasilan Tiongkok dalam uji coba bom atom pertamanya pada tahun 1964, setelah Tiongkok menuai keberhasilan, soekarno mengirim para ahli nuklir Indonesia untuk belajar di Tiongkok. sayangnya kejatuhan Soekarno menghentikan langkah besar perkembangan nuklir di Indonesia, karena setelah kejauhan Soekarno tersebut Indonesia cenderung lebih berhati-hati yang justru menyebabkan lambatnya pengembangan nuklir di Indonesia.

Potensi Pemanfaatan Nulir

1. Bidang Peternakan
Isotop radioaktif untuk mendayagunakan pakan sehingga dengan jumlah pakan yang sama dapat dikonsumsi oleh lebih banyak ternak.
2. Bidang Pertanian
Pisat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) telah menghsilkan sejumlah varietas unggul yang baru dengancara mutasi oleh imbas radiasi.
3. Bidang Pertambangan
Tritium radioaktif dan cobalt 60 untuk  merunut alur-alur minyak bumi dan kemudian menentukan strategi yang paling tepat untuk menyuntikkan ar ke sumur-sumur untuk memaksa keluar minyak yang tersisa di dalam kantung-kantung yang sebelumnya belum terangkat.
4. Bidang Kedokteran
Dengan menggunakan radiasi dari isotop radioaktif cobalt pada dosis tertentu untuk mematikan sel kanker, sinar-x untuk mendiaknosa penyakit pasien tanpa pembedahan terlebih dahulu.
5. Bidang Pertahanan,
6. Sumber Energi Listrik

Hambatan Perkembangan Nuklir di Indonesia

1. Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) belum siap menyediakan sumber daya manusia.
2. Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) belum siap menyediakan bahan bakar nuklir (yaitu uranium).
3. Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) belum siap menangani teknologi pengayaan uranium.
4. Pemerintah belum siap menentukan teknologi PLTN yang akan dipakai.
5. Dana besar untuk pelaksanaan pembangunan PLTN yang belum tersedia.

Keuntungan Jika Perkembangan Nuklir di Indonesia Berjalan Baik

1. Pertahanan Indonesia akan semakin kuat
Ketika kekuatan Indonesia meningkat, maka Indonesia akan lebih ditakuti dan dihargai oleh negara lain.
2. Sentra Kekuatan Asia Tenggara
Asia Tenggara dikenal sebagai wilayah yang kaya sumber daya, juga jalur yang sangat strategis, sehingga jika perkembangan keamanan dan nuklir di Indonesia berjalan dengan baik, Asia Tenggara akan menjadi semakin kuat.
3. Sumber energi baru untuk banyak bidang






Referensi:

1. Beberapa Pemanfaatan Energi Nuklir. Dalam: https://pafta.wordpress.com/beberapa-pemanfaatan-energi-nuklir/. Diakses pada 08 September 2017

2. Lima Faktor Hambatan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Dalam: http://www.alpensteel.com/article/124-111-energi-nuklir--pltn/3746--lima-faktor-hambatan-pembangunan-pembangkit-listrik-tenaga-nuklir. Diakses pada 08 September 2017

3. Lima Hal Ini yang Akan Terjadi Jika Indonesia Memiliki dan Mengembangkan Senjata Nuklir. Dalam: http://www.boombastis.com/senjata-nuklir-indonesia/57879. Diakses  pada 08 September 2017

4. Perkembagnan Nuklir di Indonesia. Dalam: http://www.lintasains.com/2017/03/perkembangan-nuklir-di-indonesia.html. Diakses pada 08 September 2017

Jumat, 20 Januari 2017

Polimer


Polimer adalah suatu makromolekul (protein, solulosa, katun, dan wol) yang tersusun atas banyak bagian-bagian kecil.



Aplikasi polimer dalam kehidupan membawa banyak manfaat:
1. Bidang Pertanian : Mekanisme Pertanian.
2. Bidang kedokteran: thermometer, botol infus, selang infus, jantung buatan.
3. Bidang industri : perawatan pesawat, komponen untuk otomotif.




    
Beberapa contoh polimer yang penting yaitu :
  1. Polietilena (PE) 
  2. Polipropilena (PP) 
  3. Polivinilklorida (PVC) 
  4. Politetrafluoroetena (Teflon) 
  5. Poliamida (Nilon).


Pembentukan Polimer

Reaksi pembentukan polimer disebut polimerisasi, yaitu penggabungan molekul-molekul kecil (monomer) membentuk molekul besar (polimer). Berdasarkan jenis reaksinya, polimerisasi dibedakan atas polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi.
1. Polimerisasi Adisi
Polimerisasi adisi yaitu reaksi polimerisasi melalui pemutusan ikatan rangkap diikuti oleh adisi dari monomer-monomernya yang membentuk ikatan tunggal. Dalam reaksi ini, tidak terbentuk hasil sampingan berupa molekul-molekul kecil seperti H₂O atau NH₃.
Polimer adisi antara lain: poliisoprena, polietilena, dan polivinilklorida. Contoh lain dari polimer adisi adalah suatu film plastik tipis yang terbuat dari monomer etilen dan permen karet yang terbuat dari monomer vinil asetat.
Contoh reaksi:
Pembentukan polietilena (polietena).
Pada reaksi adisi, monomer-monomer yang mengandung ikatan rangkap saling bergabung, satu monomer masuk ke monomer yang lain, membentuk rantai panjang. Produk yang dihasilkan dari reaksi polimerisasi adisi mengandung semua atom dari monomer awal.
2. Polimerisasi Kondensasi
Polimerisasi kondensasi yaitu reaksi polimerisasi dari monomer-monomer yang mempunyai dua gugus fungsional. Ketika monomer-monomer berikatan, terjadi reduksi pada gugus fungsionalnya dan terjadi pelepasan molekul-molekul kecil seperti H₂O atau CH₃OH (metanol).
Polimer kondensasi antara lain: nylon, dakron, amilum, dan selulosa.
Contoh reaksi:
Pembentukan nylon 66 dari 1,6-diaminoheksana (heksametilen diamin) dengan asam 1,6-heksanadioat (asam adipat).

Penggolongan Polimer
1. Berdasarkan asalnya
Berdasarkan asalnya, polimer dibedakan atas:
Polimer alam: polimer yang secara alami terdapat di alam.
Contoh: protein, amilum, glikogen, selulosa, karet alam (poliisoprena), asam nukleat.
Polimer sintetis: polimer yang tidak ada secara alami dan hanya dapat diproduksi di laboratorium atau pabrik.
Contoh: polietena, polivinilklorida, polipropilena, tetrafloroetilena.
 
2. Berdasarkan jenis monomernya
Homopolimer terbentuk dari satu jenis monomer.
Contoh: polietilena, polipropilena, polistirena, PVC, teflon, amilum, selulosa dan poliisoprena.
Kopolimer terbentuk dari dua atau lebih jenis monomer.
Contoh: nilon 66 dan dakron.
 
3. Berdasarkan sifatnya terhadap panas
Berdasarkan sifatnya terhadap panas, polimer dibedakan atas polimer termoplas dan polimer termoset.
Polimer termoplas: polimer yang melunak jika dipanaskan. Polimer jenis ini terdiri atas molekul-molekul rantai lurus atau bercabang sehingga dapat dibentuk ulang.
Contoh: polietilena, PVC, dan polipropilena.
Polimer termoset: polimer yang tidak melunak jika dipanaskan. Polimer jenis termoset terdiri atas ikatan silang antarrantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku sehingga tidak dapat dibentuk ulang.
Contohnya: bakelit, yaitu plastik yang digunakan untuk peralatan listrik.
 
4. Berdasarkan Keelelastisannya
Plastik: polimer yang bersifat plastis. Contoh: polietilen, PVC, teflon, dan polipropilen.
Serat: polimer yang mempunyai gaya renggang tinggi di sepanjang sumbunya, berbentuk benang dan dapat ditenun menjadi kain. Contoh: selulosa, nilon, dakron, dan orlon.
Elastomer: polimer yang bersifat elastis. Contoh: karet alam dan karet sintetis.

Sifat Polimer
Polimer merupakan makromolekul yang terdiri atas banyak kelas material alami dan sintetik dengan sifat-sifat yang sangat beragam. Perbedaan kedua material tersebut  terletak pada mudah tidaknya sebuah polimer didegradasi atau dirombak oleh mikroba. Biasanya, polimer bahan sintetik akan lebih sulit diuraikan oleh mikroorganisme dibanding polimer bahan alami. 



Referensi:
1. http://ziyyana.blogchem.com/materi-polimer/
2. http://sulaiman4fun.blogspot.co.id/2012/01/kegunaan-dan-dampak-polimer-erhadap.html
3. http://www.softilmu.com/2015/12/pengertian-sifat-klasifikasi-struktur-polimer.html